Join Multiply
Open a Free Shop
Sign In
Help
SEARCH
Marketplace
Clothing & Accessories
Shoes
Beauty & Health
Jewelry & Watches
Fragrances & Perfume
Kids
Baby & Toddler
Electronics & Cell Phones
Computers & Accessories
Movies, Music, Games & Books
Home & Garden
Collectibles & Art
Sports & Outdoors
Professional Services
Car Parts & Accessories
Everything Else
Serpihan Hati Sang Perindu
Home
Notes
Blog
Photos
Blog
99 Puisi: Maskawin 28 - 36
[Finale] Daftar Peserta Lomba Cipta Puisi Rinai Rindu Untuk Muhammad Kekasih-Mu
Penutupan Lomba Cipta Puisi "Rinai Rindu Untuk Muhammad Keasih-Mu"
Lomba Cipta Puisi Rinai Rindu Untuk Muhammad KekasihMu
99Puisi: maskawin 18-27
Telah Terbit Buku Antologi Puisi Sketsa Angin Diatas Pasir
Dalam Estuari Sastra
Telah Terbit Buku Antologi Puisi Give Spirit For Indonesia
Daftar 100 Besar Yang Akan Dibukukan Dalam Antologi Puisi "Give Spirit for Indonesia 2011"
Pengumuman Pemenang Lomba Cipta Puisi Give Spirit For Indonesia 2011
Temaram Karena Rindu
Pesan Dari Gulungan Ombak
Israel Dan Gadis Kecil Gaza
Penutupan Lomba Cipta Puisi "Give Spirit for Indonesia 2011"
Mengecupnya Dengan Senyuman
Senandung Rindu Yang Syahdu
Mawar Yang Terangkul Lembut
Untukmu Penawar Luka
Daftar Peserta Akhir Lomba Cipta Puisi "Give Spirit for Indonesia 2011"
Es Tebu Penawar Rindu
Senandung Kecewa
Lomba Cipta Puisi "Give Spirit for Indonesia 2011"
Bingkisan 15 November Untuk Sang Melati
Mawar Cinta Dan Pemuja Rahasia
Selaksa Rindu
Biarkan Hari Menjadi Melodi
Rindu Yang Terukir
Serpihan Aksaramu
Untaian Kata Saat Senja
Mendekapmu Dalam Wangi Cinta
Kilatan Air Mata
Senandung Sunyi
Generasi Pemanggul Cinta
Sepotong Puisi senja
Selembar Cinta Untukmu
Engkau Tetap Indah Dihatiku
Duduk Setia Dalam Penantian
Akulah Sang Bunga Samar
Puisi Rindu Yang Belum Mampu Membawaku Ke Baitullah
Senja Tersulam Warna Kelabu
Aku Ulurkan Hatiku
Memangku Rindu
Kembara Suci Kerinduan Hakiki
Bawalah Mawar Itu Pergi
Misteri Adalah Harapan
Untaian Rindu
Terkubur Dalam Reruntuhan
Penantian Cinta Sang Bunga
Tanda Cinta Karena Illahi
Setangkai Cinta Berpeluk Do'a
Kenapa...??!!!
Melukis Keindahan Jejakmu
Terukir Pada Langit Biru
Ketika Rinduku Bertasbih
Segenggam Melati Cinta Ditangan
Setangkai Endelweiss Untukmu Cinta
Ketuklah Hatimu
Tertelan Setetes Noda
Luka Di Sepanjang Pesisir
Dalam Peraduan Cinta
Sepotong Puisi Cinta
Kebersamaan Dalam Cawan Do'a
Menari Bersama Pelangi Senja
Sebening Embun Pagi
View All
Guestbook
For:
Add a comment to this guestbook, for everyone
Send
firdausza
a personal message
Subject:
-
Quote original message
nurfirman40
wrote on Apr 28
salam elaine apa khabar?
180789190495
wrote on Feb 20
kjhj
sumart74
wrote on Dec 21, '11
Assalamu,alaikum,numpang mampir.
sakajogja
wrote on Dec 1, '11
okey, matur nuwun nggih ^^
firdausza
wrote on Dec 1, '11
sakajogja
said
gmn cara add nya mbak? G ada icon nya
itu sudah el add.. silahkan dikonfirm :)
sakajogja
wrote on Dec 1, '11
gmn cara add nya mbak? G ada icon nya
firdausza
wrote on Nov 30, '11
sakajogja
said
Assalaamu'alaykuum..klo boleh , add ya
wa'alaikum salam, iya boleh. silahkan..
firdausza
wrote on Nov 30, '11
juriglagu
said
Happy milad...
makasih :)
sakajogja
wrote on Nov 26, '11
Assalaamu'alaykuum..klo boleh , add ya
juriglagu
wrote on Nov 14, '11
Happy milad...
View All 222 Comments
Notes
Ijinkan aku untuk menangis pada puisimu. Engkau tahu ada yang melekat erat disepenggal sajakku. Adalah luka, yang tertinggal karena rasa rindu.
“Berkaryalah, hasilkan tulisan yang menginspirasi orang lain! Buat dunia terbuka, bahwa untuk sukses dalam hidup, tidak melulu bergantung dari setinggi apa kamu sekolah. Namun sebesar apa semangat untuk membuat hidupmu lebih berarti bagi manusia! Dan juga tergantung sebesar apa hati yang kau miliki”
Kelopak sakura berjatuhan. Kini kurangkai dengan tangisan. Jejak-jejak dalam harapan telah berserakan. Lihatlah,kuasa-Nya, wahai jiwa-jiwa yang penuh kelalaian. Bencana tak mengenal siapa dan ia gelap mata. Ia tiba sesui perintah-Nya. Dapatkah kita menolaknya? Dipandangkah paras rupa kecantikannya? Dilihatkah kedudukannya? Dilirikkah hartanya? Bencana tak kenal engkau siapa, ia ada atas kehendak-Nya. Allah, kuserahkan saudara-saudaraku dalam lindungan-Mu. Allahumma Amin.:(
"Kalau mau mencari calon suami, carilah laki-laki yang kuat....! kuat ilmunya, kuat fisiknya dan kuat agamanya, meskipun ia seorang budak" (Kata Kak Hikaru Noabi.:D)
Selayaknya sunyi yang kembali menghinggapi celah dindingku yang disapa sepi. Maka biarlah kutinggalkan rindu yang semakin basi. Pada tatapan matamu yang terlampau galau untuk ku menepi. Lalu cukup tinggalkan aku bersama dingin. Karena cinta terlampau usang untuk menyapa kita. Diamlah agar kuluruhkan asa. Dan kau keringkan luka.
Aku tak akan memutihkan apa yang telah kau pandang hitam. Percuma aku menjelaskan bahwa warna itu putih, bila engkau memandang dengan kaca mata hitam. Maka ma'afkan bila aku lebih memilih diam.
Untuk pemesan buku GSFI: Dalam Estuari Sastra. Buku di kirim sesuai prosedur. Harap bersabar ya bila belum sampai, karena ada banyak banget pemesan belakangan ini. Insya Allah, kami bertanggung jawab sepenuhnya untuk sampainya buku GSFI Dalam Estuari Sastra ketangan Pembeli. Terima kasih. http://firdausza.mul
tiply.com/journal/it
em/108/Telah_Terbit_
Buku_Antologi_Puisi_
Give_Spirit_For_Indo
nesia?
“Sebagian untaian kata adalah sihir,” ujar Nabi. Dan saya menemukan sihir itu di kumpulan puisi ini; sihir bagi negeri yang memang merindukan keajaiban!" (Salim A. Fillah, Penulis Buku Dalam Dekapan Ukhuwah) Kata Ustadz Salim A fillah untuk buku Antologi GSFI: Dalam Estuari Sastra( Tetes Demi Tetes Tinta Untuk Indonesia.) Terima Kasih Ustadz Salim A Fillah atas apresiasinya. http://firdausza.multiply.com/journal/item/108/Telah_Terbit_Buku_Antologi_Puisi_Give_Spirit_For_Indonesia
Alhamdulillah...! Segera terbit Buku Antologi Puisi Give Spirit For Indonesia. Tunggu updatenya besuk pagi ya:)
Assalamu'alaikum wr wb. Untuk 100 peserta yang puisinya terpilih dalam antologi Puisi Give Spirit For Indonesia,. Masih ada 52 peserta yang belum mengirimkan biodatanya. Mohon segera dikirim ya biodatanya. Saya tunggu hingga Hari Sabtu, Tanggal 29 januari 2011. Bila tidak segera mengirimkan biodatanya, maka puisinya akan tetap saya bukukan, namun tanpa biodata bagi yang tidak mengirimkan biodatanya. Terima Kasih.
Meski serangkai syair ini tak terungkap. Namun kutahu dia dapat menangkap. Rinduku yang hinggap. Sungguh dia tahu bagaimana cara menatap. Agar tak lelap oleh cinta sesaat. Ah, kapankah sang waktu menjalahkan titah-Nya...? Untuk dua manusia yang dilanda rindu agar bersua. Dengan sepotong asa dalam cinta. Lorong ini begitu sepi. Aku masih merindunya hingga kini. Walau bayangan ksatria menyublim halimun salju. Aku tak akan tergoda dan tetap menunggu...!^^
Malam mulai merambat dalam secangkir kopi susu hangat. Ditemani selembar roti rasa coklat, sungguh nikmat. Membawa bayangannya kembali berkelebat. Pada harapan yang tersemat. Antara aku dan dia saat ini mungkin tak dekat. Namun kuyakin kita akan dipertemukan disaat yang tepat. Hingga rindu dan cinta terpahat. Pada dinding tempat aku dan dia mengukir janji suci. Duhai musyafir yang belum kutemui, yakinlah melatimu ini setia menanti. Janjinya telah terangkai dalam relung hati. Insya Allah, tak akan teringkari...!
"Saya tidak segan-segan mencoret sebuah karya jika dalam penulisannya terdapat EYD yang tidak benar alias di singkat." Sebenarnya sejak saya mengoreksi kumpulan puisi dari urutan pertama banyak sekali saya jumpai penulisan kata dengan memakai ejaan SMS seperti halnya puisi ini, tapi saya memang sengaja tidak memberi catatan. Dengan alasan, puisi-puisi tersebut tidak sebagus puisi ini. Puisi ini bagus (menurutku). Selanjutnya tergantung kebijakan kamu Elaine." *Kata salah satu juriku:D*
Kebekuan musim dingin merajam sukma. Rintik salju yang kadang menyapa. Menjadi bongkahan rindu dipalung jiwa. Duhai engkau pemilik hati samudra, Meski jiwamu berselimut kabut tabir. Aku setia menunggu engkau hadir. Akan kusibak tabirmu dengan senandung syair. Masih selalu menggema ikrar setia yang tak memudar. Meski lirih terurai dengan penuh kasih.
Kau memberiku cahaya saat nyalaku remang. Menjadi lukisan ruang yang terang. Dengan semerbak wangi penuh keindahan. Hingga engkau tak padam dalam segala kenangan. Membuatku tak lagi dapat menahan. Untuk menguntai bait bait kerinduan. Duhai jiwa yang merebut segala perhatian. Segeralah engkau hadir membawa sekuntum senyuman...!^^
Telah kuseduh secangkir teh melati untukmu. Yang ku ramu khusus dengan jemari lembutku. Diiringi doa yang tiada tepi dari bibir penuh cinta. Teguklah dengan sepenuh rasa. Untuk menghilangkan dahaga. Kau tahu rinduku sudah di ujung kata. Ingin menyapamu dengan kata yang tak biasa. Bayangan kebersamaan kita sudah tampak di pelupuk mata. Segeralah engkau tiba, Jemput aku dalam mahligai cinta-Nya...!^^
Saya tegaskan sekali lagi. Email peserta yang masuk tanggal 24 Desember 2010 diatas jam 12 siang, tidak akan saya masukan daftar peserta, dan juga tidak dinilai oleh para juri. Saya mohon ma'af yang sebesar besarnya, dan mohon pengertiannya. Terimakasih^_^(karen
a sampai sekarang emailku kebajiran puisinya peserta lomba cipta puisi give spirit for indonesia)^^
Alhamdulillah, karena pertolongan-Mu ya Allah, akhirnya selesai juga aku mendaftar puisi suluruh peserta. Subhanallah.. Juri juriku (Kakak Izel, Kakak Raja, Kakak Daffodil) yang aku cintai dan aku sayangi, aku kirimkan 580 puisi kemejamu nanti. Kumohon terima dengan senyuman ya..? Aku temani kalian semua dengan do'a dan cinta disaat menilai:)
Rasa ini kini gersang. Ketika airmata menyiram dipersimpangan. Ma'af aku tak dapat lagi bertahan. Ku takut terbakar oleh bara yang kau ciptakan. Biarlah rindu mengalun dipertigaan sendu. Dan akan tetap kuramu bait bait syahdu. Bersama secangkir teh melati yang kuseduh.
Subhanallah..., mohon do'a dari teman teman. Semoga saya dalam mendaftar nama nama peserta tidak ada yang tertinggal, dan diberi kelancaran. juga buat jurinya nanti semoga dimudahkan oleh Allah dalam penilaian. Dan semoga sukses. amin ya Allah. Jazakumullah khairan katsir...! "Dalam sehari email saya kebanjiran 100 lebih email peserta lomba give spirit for indonesia 2011."
Hasil musyawarah kami. Penyelenggara dan dewan juri Lomba Cipta Puisi Give Spirit 2011. Insya Allah, setelah pengumuman pemenangnya nanti. Kami selaku penyelenggara dan dewan juri akan memberi ruang pada publik untuk membahas karya-karya siapa yang terpilih menjadi pemenang. Dan para juri insya Allah akan kopratif menanggapi saran dan kritik dari kalian semua. Agar kelak dimasa lomba mendatang akan semakin lebih baik lagi. Dan tidak menimbulkan ganjalan bagi saya selaku penyelenggara, dan dewan juri juga seluruh peserta. Terima Kasih ~Elaine Firdausza~
Kepada seluruh peserta, hari ini saya umumkan bahwa; Lomba Cipta Puisi "Give Spirit for Indonesia 2011" akan saya tutup Tanggal 24 Desember 2010 jam 12 siang. karena begitu membludaknya email yang masuk. bahkan kini diemail saya sudah ada 60 lebih puisi yang baru masuk dan belum terdaftar. mohon pengertiannya. Dan saya mohon ma'af bila tidak berkenan dihati Miss and Mr Deadline:) Terima Kasih...!
Ah, aku kira hanya aku yang menanam melati di tengah belukar. Semaknya begitu terasa mencakar. Setiap setuhan jariku bergetar. Menahan pahatan kata-kata rasa yang mulai mekar. Pada jejak langkah yang mulai pudar. Jiwa yang tegar kini diam. Berlalu membawa sepotong rembulan...!^^
Subhanallah...! Allahu Akbar...! Salut, salut, salut. Mendekati deadline, emailku kebanjiran puisi. Yang sudah terdaftar 306 puisi dan yang belum terdaftar belum terhitung. hehehe.:D Silahkan lihat daftar sementaranya disini; http://firdausza.mul
tiply.com/journal/it
em/75/Daftar_Peserta
_Sementara_Lomba_Cip
ta_Puisi_Give_Spirit
_for_Indonesia_2011_
Aku tak mampu lagi menjadi lilin. Usah lagi kau ulurkan senyummu dibalik dinding. Hanya untuk sebuah cahaya temaran. Malammu akan terang dengan cahaya rembulan. Biarlah aku padam, pergi tanpa pesan. Kata kataku tak akan berujung. Meski rindu selalu bersenandung.
Untuk yang merindukan sang penawar luka(Kak Hendra) Dia telah kembali lagi kesini, http://hwwibntato.mu
ltiply.com/ Silahkan berkangen kangen ria.^^ Ndak sia sia hasil ku merayu selama 3hari berturut turut. hehehe:D
Saat bulan membayang dimatamu. Dan bintang berkelip dihatiku. Genggamlah cahayanya dengan kesetiaanmu dan akan kudekap dirimu dalam rengkuhan sujud malamku...! Untukmu jiwa yang mengalihkan perhatiaanku. Kutunggu senandungmu esok pagi. Petikkan dawai dawai penyejuk hati.^^
Barusan ada salah satu email peserta lomba puisi give spirit for indonesia 2011, masuk dan nanya dimana mengirim uang untuk pembayaran lomba. Hehehe:D Ma'af ya saya mengadakan lomba tidak memungut biaya sepeser pun dari peserta. Cukup kirimkan puisi kalian sesuai tema dan karya sendiri. Terima Kasih:)
Subhanallah, Saya salut kepada seluruh peserta Lomba Cipta Puisi "Give Spirit For Indonesia 2011". Walau pun deadlinenya masih lama, tanggal 24 Desember 2010 namun ditanggal 7 Desember 2010 sudah ada 100 puisi yang masuk kemeja saya. Salut kepada semangat kalian semua. Semoga apa yang kalian Usahakan, Allah akan membalasnya dengan ganjaran yang setimpal. Yakinlah Allah Swt, tidak akan menyia nyiakan apa yang telah kalian lakukan. Semangat ya..! Terima Kasih untuk semuanya.:)
Terangkai kata dengan Bissmillah. Terucap salam seiring sembah. Selamat Tahun Baru Hijriyah 1432. Mari mulai hijrahkan hati. Menuju cerahnya putih suci. Semoga setiap langkah kita diridhoi. Oleh Allah, Sang Kekasih Sejati...!
(Untuk akhwat.....) Selagi laki laki itu masih manusia, engkau wahai para wanita yang setia dengan kesuciannya. Hendaklah tetap waspada. Sebagus apapun ia kelihatannya, jangan pernah percaya. Sampai ia menyaatakan Qabiltu nikahana wa tajwizaha. ^^
Malam beradu mengulum rindu. Menautkan jiwa kita sesaat, ketika berpenuh penat. Pertemuan tanpa syarat. Saatnya istirah dari perjalanan sehari langkah yang lelah. Rembulan yang indah, sinari reluh hatiku yang basah. Segera kubangun mimpi, berharap esok akan kutemui lagi matahari yang membakar kelam dan dingin yang bersahutan. Ketika cahayamu datang, aku singkirkan segala bayang yang menarik kita pada remang. ~Penantian~
Dua sembilan aku mengulurkan tangan, menjabat rasa yang selama ini kupendam. Dan ini melati yang kujanjikan, kuberikan penuh ketulusan dan keikhlasan. Sesederhana cinta yang kau bilang, kita akan melangkah bersama dalam dekapan ridha Tuhan. Tiga puluh setelahnya tidaklah penting tempat dimana aku ada. Karena yang bernilai apa arti adaku diantara mereka. Seberapa besar manfaatku untuk mereka. Karena semua butuh kerja nyata. Mohon bimbingan dan do'anya.
Dengan senyum mengembang. Meluruskan niat menjernihkan pikiran, menemukan ketenangan. Dua enam malam, aku melayang menyapa bintang. Saat embun mengerling mesra dan mentari menyapa pada langit biru. Di dua puluh tujuh, aku labuhkan rindu pada pelukan ibu. Dengan titis air mata penuh haru. Dua delapan istirah dalam dekapan kasih sayang. Bercengkrama dengan penuh kehangatan Tentang masa depan dan hari hari yang kuarungi dengan kerinduan.
Duhai Engkau Sang Maha Mencinta.., kepada-Mulah hamba labuhkan segala rasa. Inilah air mata sujud hamba. Duhai Allahku Sayang.., selalu bimbinglah hamba dalam tiap perjalanan. Seberat apapun jalan akan hamba terjang, jika kebaikan yang ada dihadapan. Terima Kasih yang tak tertampung ruang. Duhai Sang Maha Rahman.., jatah usiaku telah berkurang. Selalu tuntunlah hamba menyambut kematian dengan persiapan..^^
Hai jiwa yang resah, Janganlah engkau bercermin pada kaca yang pecah. Dan jangan bersandar pada nyanyian indah. Hamparkanlah segala gundah diatas sajadah. Engkau akan temui bahwa Dia sungguh Maha Pemurah...!
Ada setitik kristal perak mengantung. Pada kelopak mataku yang berkerudung mendung. Karena kerinduan yang mendera sepenuh perasaan. Pada serangkai syair yang tersimpan malam...
Kupandangi angin yang berhembus lembut diluar sana. Daun daun melambai dengan dzikir cinta. Sang bunga bertasbih mengangguk dengan mesra. Tersenyum padaku dengan ceria. Disini, dihatiku masih ada harap yang tersisa. Untuk rindu yang masih setia, dengannya merengkuh kasih pada pijakan dijalan-Nya..!
Biarlah cinta ini akan mengalir sepanjang usia. Bukan keinginan yang menjadi penjara. Namun menjadi amanah yang menawan. Untuk setiap hembusan nafas yang berbalut iman.
Ya Allah, jadikanlah ia tetap teguh memegang janji-Mu. Untuk senantiasa menjaga penghambaanya agar tetap utuh. Meski kadang kecewa dan sakit hati menjadi teman malam malamnya. Jangan sampai penghambaanya pada-Mu luruh dan luntruh. Dekatkan ia dengan kesedihannya kepada-Mu. Do'aku untukmu Adikku selalu i love you. (*My Kakak)
Kata katamu damai menyejukan hati. Senyummu ramah menghilangkan lelah. Suaramu syahdu memekarkan rindu. Kasihmu tulus terukir dan tak terhapus. Jiwamu tegar terhampar sabar. Engkau sahabatku yang bijaksana tanpa rekayasa. Kita tautkan kebersamaan karena-Nya.
Adikku menangislah, jika air mata itu memupuk hatimu. Menangislah, jika tangisanmu melembutkan jiwamu. Menangislah jika memang tangisanmu mengusir dukamu. Jangan pernah menahan air mata, sebab ia keindahan yang lagi menjelma, seperti engkau Adikku...! (*My Kakak Hasib Amrullah)
Ada saatnya kita berhenti, untuk melihat diri sendiri. Sudahkah kita temukan jalan pulang yang benar..? Lalu menyiapkan bekal yang diperlukan, untuk mendapatkan telaga damai kautsar. Berjumpa dengan Pemilik Segala Yang Rahasia, dengan senyum terbuka..?
Hening shubuh ini aku ingin menulisi langit dengan kata syukur. Ungkapan terimakasih karena setiap kali aku jatuh, Engkau datang dan menerbangkan hatiku lagi keangkasa. Membumbung bersama embun. menari bersama mentari yang tersenyum. Terimakasih duhai Allahku sayang, karena setiap kali shubuh datang. Selalu saja hatiku gerimis. Mengenang karunia-Mu yang tak pernah habis..!
Allah sedang berpesta. Dia mengundang umatnya. (ku ambil dari kata kata sang ksatria yang lembut hatinya dibilik rahasia)
~Pengantin Baru~ "Suamiku, akan kau bawa kemanakah rumah tangga kita ini....?" Tanya sang istri dengan penuh kelembutan. Dengan mendekap sang istri dalam dekapan cinta, sang suami menjawab. "Dinda, rumah tangga kita akan kita bawa kesyurga, dan kita akan merenguk sejuknya airmata salsabila bersama. Dinda berjanjilah bahwa kita akan sama sama memasuki syurga. Jagalah agar amal kebaikan kita tetap setara." (Subhanallah, indahnya euy..:D)
Cintaku, Bila bulan dan bintang masih menerangi malam. Dan matahari masih memberi sinarnya pada siang. Percayalah selalu ada do'a dan sayang. Meski saat ini waktu terasa diam. Namun Al Fatehah mengalun berulang ulang, untuk cahaya kita agar tetap terang..!
Menyapa bintang dan Memandang kerlipnya. Terdengar suara ditelinga. " Mari kita bicara." "Euy indahnya....!" Elaine jangan lagi ada airmata. Tertawalah lebih ceria. Kepakan sayapmu selebar yang kau bisa. Terbanglah lebih jauh, lebih cepat, lebih tinggi keangkasa. Semakin tinggi kau berada, semakin arif dan bijak kau lihat dunia.
Malam yang menggelantung pada pelupuk mata. Jangan kau teteskan dengan lara. Biarkan ia menggantung menjadi cahaya. Untuk menerangi malammu yang gelap. Dan menemani sepimu yang senyap. Agar hatimu merekah dan kesedihan tak mendapatkan jatah. Ingatlah elaine, perjalanan masih akan berlanjut. Masih ada untaian rindu yang harus kau rajut. Jangan kau biarkan hatimu kalut..!
Aku terjaga, ketika ufuk timur telah retak. Mentari menyapa, senyum yang bercahaya nampak. Embun dipucuk pucuk daun melati mengerling mesra, Aku tata kembali rindu yang berserakan diberanda. Agar tak hanya menjadi air dalam gelas. Yang menghilangkan dahaga dalam waktu sekilas...!
Begitu banyak lintasan hati, yang kadang begitu sulit kita menghindari. Manusia mudah terjebak oleh salah duga. Karena ukuran kita adalah mata yang terbatas dan hati yang tak bisa kita kendalikan dengan kepala dan ukuran logika. Perjuangan terbesar kita adalah berjalan kedalam diri sendiri untuk menemukan suara paling bening dan paling murni. Yaitu suara paling sejati.
Setangkai mawar dan sebait kata. Bayangmu mendekat, menjamah hingga teraba. Aku mengeja huruf terpaku di satu nama. Tak pudarkan warna yang telah disabda. Bagi mataku malam tak lagi gelap. Untuk hatiku sepi tak lagi senyap. Didada bulatkan niat. Ketika malam mendekat, cahaya rembulan tertangkap. Gemuruh tahmid tiada sekat. Sabar tabah bermekaran nikmat...!
Maya inikah duniamu..? Penuh kenisbian, tanda tanya dan tanda seru. Maya itukah warnamu..? Merah menjadi biru dan hijau menjadi kelabu. Maya inikah rumahmu..? Dinding menjadi atap dan dapur menjadi ruang tamu. Maya itukah suaramu..? Lubang yang tertutup jemari tangan, bagaikan seruling bambu. Indah terdengar namun kurasa begitu pilu.
Adakalanya kesabaran diterpa. Ada saatnya pengertian dan keikhlasan dipinta. Dan ada waktunya pengorbanan di persembahkan sebagai cinderamata. Demi dan untuk kebaikan semua...^^
Perjalanan langkah kakiku memang tak setajam pedang dan tapakku pun samar tak terjelajahkan. Namun kuserahkan diriku pada alam, yang mengajariku tentang satu tujuan, menjemput keindahan yang dirindukan. syurga dalam ridha Sang Maha Rahman. Bissmillah...^^
Kucoba rajut untaian kata untukmu kawan. Bersama fatehah yang kukirimkan. Agar jiwamu tegar selaksa batu karang. Meski kutahu batinmu menjerit pilu dan kudegar desisan laramu, namun bukankah kau tahu sekat itu Dia yang punya..? meski tipis kita tak bisa menerka. Pungutilah yakin bersama do'a, kau kan baik baik saja. Bersama sebaris kata kutemani dirimu dengan cinta, berimu spirit walau hanya sebait..^^
Menggema lirih senandung rindu. Pada selarik senyuman yang mengambang di langit kelabu. Duhai ksatria yang lembut hatinya. Aku memang seorang pecundang yang mengulurkan melati di balik persembunyian dan pergi membawa sobekan hujan...!
Tak mungkin akan terlihat luasnya cakrawala, bila hanya satu jendela yang dibuka. Tak mungkin bijaksana memandang dunia, bila hanya beberapa buku yang dibaca. Melihat pelangi dengan segala warna. Mengetahui perasaan dengan segala biliknya. Mengenali manusia dengan berbagai perniknya. Itu semua butuh ilmu, semua perlu mata dan hati, untuk menyusuri hari hari, untuk hidup yang lebih berarti. Belajarlah.. Berpijarlah.. Berlayarlah.. Mencahayalah..!
Senyum yang dia suguhkan. Dengan satu tanda tanya yang dia ulurkan. Membukamku dalam diam. Apakah diam itu berarti "IYA"...? Ah.., aku diam bukan berarti menjawab "IYA". Namun karena mulutku saat itu tak bersuara. Karena pertanyaannya membuat aku harus membenamkan muka. Aku belum menjawab "IYA". Please..., jangan terburu buru. Berikan aku waktu, untuk bermusyawarah dengan Sang Maha Tahu. agar keputusanku tak membuat senyum yang mekar itu layu...!
Dia tata tiap huruf yang berserakan. Menguntaikan rasa dalam rangkaian indah kata. Menyampaikan gelisah pada serangkum makna. Dia bertanya dengan sederetan kata mutiara yang memenggal tanda tanya. Aku terpana, terjengah dengan kedalaman hati dan kejernihan jiwanya. Dia tidak tertampak. Dia sembunyi diantara awan yang berarak. Dia berada dalam maya yang benar-benar tidak bisa kulacak. Seribu tanya terlontar menghentak. Meski begitu aku tetap merangkulnya dengan ketulusan jiwa. Sang pemuja rahasia begitu aku memanggilnya. Tetaplah kau bius aku dengan tiap kalimatmu. Teruslah tampar aku dengan bait bait nasehatmu..!
Semoga kebersamaan ini bagai rumput ilalang, akarnya saling bertautan untuk menguatkan. Ingatkan aku ketika salah jalan. Sapalah aku meski dikejauhan. Do'akan aku dalam setiap sujudmu pada Tuhan. Untuk segala sapa, aku ucapkan terimakasih tak terhingga. Walau dalam gelap dan samar kau menyapa, namun engkau sebenarnya adalah cahaya..!
Ia yang kupercaya mampu menyimpan segala yang rahasia, namun ternyata memberiku pahitnya kecewa. Saat senja langit hatiku mendung, mungkin sebentar lagi hujan dari kelopak mata akan turun. Basahi sedih yang tak tertawar, namun langkah mesti tetap tegar dan senyum pun harus tetap mekar, akan kucoba meski mataku telah nanar.^^
Tersedu aku dalam sandaran baitmu, kini aku duduk memangku rindu, menatap langit yang biru, dan kulukisi damai yang syahdu. Kehadiranmu membawa angin yang tak memberi dingin, syairmu selalu menyejukan, membuatku pulas dalam senyuman. Ingin kusuguhkan cinta dalam untaian do'a, namun ada gamang yang menyelusup dalam jiwa.
Puisi senja itu masih kuselipkan dilangit hatiku. Sehari bersamamu tak menghabiskan cerita tentang rindu, cinta dan asa. Memandang jauh garis antara langit dan samudra yang mengabadikan senyum ramahmu dibalik keindahannya. Ku lukis harapan yang bergantungan.
Disini akhir cerita biru semalam. Mataku tajam menatap kedepan. Meneteskan tinta-tinta bening ikhlas. Kutulis pada lembaran-lembaran harapan. Do'a-do'a bertaburan mengetuk rongga-rongga langit. Senyum kuukirkan:)
View All
firdausza
Elaine
Personal Message
Report Abuse
placeholder